Alasan Tidak Bisa Mengakhiri Hubungan Toxic

Tahu gak si kenapa sebagian dari kita bertahan pada hubungan yang toxic?
Disini gue mau ngomongin kenapa sih lo udah tau hubungan toxic masih juga bertahan? karena alasan masih sayang? atau orang tersebut masih bersikap baik sama lo? atau jangan-jangan itu pemikiran lo aja? lo seolah masih berharap dia harus berubah? terus layak gak sih lo bertahan di hubungan ini? Mungkin diantara kalian bingung nih lo lebih baik punya apa enggak? Topik kali ini cocok banget untuk lo yang terjerat dalam hubungan toxic-romantic, dan lo gatau apa yang harus lo lakukan, untuk itu lo harus menganalisa apasih alasan lo gak bisa mengakhiri hubungan toxic?
Penjelasan ini dipaparkan oleh Darlene Lancer, JD, MFT, seorang terapi keluarga dan ahli penulis bidang psikologi hubungan pada whatiscodependency.com, So berikut penjelasannya.
Darlence menekankan pada mengapa hubungan yg romantic dapat berubah menjadi toxic melalui tahapan:
   1. Adanya permainan peran psikologi
Untuk menarik lawan dalam hubungan romansa adanya peran psikologi terjadi tanpa disadari. Peran tersebut berupa harga diri, kecerdasan emosi, kesehatan mental, dan pengalaman hidup. Nah, sebagai mahluk yang dinamis peran psikologis pada tiap individu dapat berubah dan mempengaruhi satu sama lain. Bagi sebagian orang, menjalin sebuah hubungan merupakan hal yang paling membahagiakan dalam hidup. Pasalnya, saat jatuh cinta sejumlah motivasi dan penyelesaian masalah untuk bertahan hidup dapat meningkat seiring dengan rasa bahagia yang dimiliki. Tapi lo pernah bayangin gak sih? Ketika lo terus-terusan dalam hubungan yang romantis, tanpa alesan yang pasti pasangan tiba-tiba berubah. Yang semula terlihat baik namun tiba-tiba pasangan lo berubah drastis karena ada masalah yang tidak pernah diceritakan. Cerita ini persis banget sama yang gue alamin. Gue mengikat komitmen atas hubungan yang dirasa cukup ideal dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Waktu demi waktu kita laluin bersama  untuk hubungan yang serius. Nah suatu ketika doi dapet masalah dan belum bisa menceritakan dengan pasangan karena alasan waktu. Peran psikologi disitu hadir dengan ketidakterkendalian emosi dan mental. Bukannya memberi semangat justru dia hilang dengan memberi lebel bahwa saya tidak seperti dahulu. Yah curhat dong gue. Tapi yang mau gue tekenin kalo dalam berhubungan untuk masalah seperti itu hanya ada satu kunci utama yakni komunikasi. Karena hubungan itu butuh saling pengertian dan kedewasaan di dalamnya.
 2. Sebagai awalan hubungan romansa yang ideal
Nah masuk hal yang kedua, alasan lo gak bisa mengakhiri hubungan yang toxic. Mungkin lo sering dengar kata bahwa cinta itu buta. Kata-kata legend itu memang benar adanya. Selain itu, dalam kencan awal, lo biasanya lebih jujur ketimbang di pertengahan jalan yang mungkin bisa memicu perpisahan.
Meskipun idealisasi yang sehat tidak membutakan lo dari tanda-tanda masalah serius, lo akan mengalami depresi atau memiliki harga diri yang rendah, lo lebih cenderung mengidealkan calon pasangan dan mengabaikan tanda-tanda masalah, seperti tidak dapat diandalkan, atau menerima perilaku yang tidak sopan atau kasar. Neurokimia romansa dapat mengangkat suasana hati yang tertekan dan memicu ketergantungan dan kecanduan cinta ketika mencari hubungan untuk mengakhiri kesepian atau kekosongan. Ketika lo tidak memiliki sistem pendukung atau tidak bahagia, kita mungkin terburu-buru dalam suatu hubungan dan menjadi cepat terikat sebelum benar-benar mengenal pasangan lo.
3. Adanya cobaan dalam hubungan
Setelah tahap ideal awal, biasanya dimulai setelah enam bulan, lo memasuki tahap cobaan karena lo belajar lebih banyak hal tentang pasangan yang tidak menyenangkan. Lo akan menemukan kebiasaan dan kelemahan yang tidak disukai dan sikap yang lo yakini bodoh atau tidak menyenangkan. Bahkan, beberapa sifat sama yang menarik lo dulu sekarang mengganggu. Lo mengagumi dia yang berani dan tegas, tetapi mengetahui bahwa dia kasar dan berpikiran nekat. Lo terpesona oleh semangat riangnya, tetapi sekarang terkejut dengan pengeluarannya yang tidak realistis. Lo terpikat oleh ekspresi cintanya yang tak terbatas dan masa depan yang dijanjikan, tetapi ternyata ia lepas dengan kebenaran. Selain itu, ketika ekspetasi yang tinggi luntur, kita mulai kembali ke kepribadian lo yang biasa, dan demikian pula pasangan lo sekarang. Lo tidak merasa ekspansif, pengasih, dan egois. Pada awalnya, mungkin telah berusaha untuk mengakomodasi dia, dan merasa saat ini mengeluhkan bahwa kebutuhan lo tidak terpenuhi. Lo sudah berubah, dan tidak merasa luar biasa, tapi lo ingin perasaan bahagia itu kembali.

Mungkin alasan utama lo gak bisa mengakhiri hubungan adalah selalu menggila pada ingatan lama ketika hubungan masa indah. Ketika lo udah mulai ngerti alasan kenapa lo gakbisa ngejauh dari hubungan toxic, lo mulai analisis darimana lo harus berbenah diri. 

Komentar

Postingan Populer