Book Review : Man's Search For Meaning
Above 20, Sebagian orang sedang masuk dalam tahap krisis hidup sebagai anak muda menuju dewasa. Dalam lika liku kehidupan yang saya lalui, buku ini memberikan banyak masukkan. Man's Search For Meaning, buku terjemahan bahasa yang menceritakan soal makna hidup tersembunyi dalam setiap keadaan bahkan dalam keadaan memilukan sekalipun. Digambarkan melalui ilustrasi terkejam berupa keadaan di dalam camp Nazi bertujuan untuk mengugah para pembaca yang memiliki kecenderungan mudah putus asa.
Sang penulis Viktor E Frankl merupakan tokoh utama dalm penceritaan terhadap kekejaman dan kekjian camp pada tahun 1942. Dalam keadaan yang menekannya tersebut, ia menulisakan sebuah teori Logoterapi yang berisi, dorongan dalam sebuah hidup bukan kesenangan melainkan penemuan dan pencarian sebuah makna. Ia percaya bahwa setiap manusia memiliki tujuan hidup dengan 2 pilihan kehidupan. Kehidupan aktif akan memberikan nilai-nilai kehidupan dan kehidupan pasif akan memberikan kenikmatan. Bahkan seseorang yg tidak menganut itu semua juga memiliki tujuan hidup yaitu untuk menerapkan sikap moral dalam menghadapi berbagai tekanan. Tidak menjadikan kesulitan hidup sebagai ujian untuk kekuatan batin, atau menganggap tidak serius terhadap konsekuensinya menjadikan hidup tidak bermakna.
Sang penulis Viktor E Frankl merupakan tokoh utama dalm penceritaan terhadap kekejaman dan kekjian camp pada tahun 1942. Dalam keadaan yang menekannya tersebut, ia menulisakan sebuah teori Logoterapi yang berisi, dorongan dalam sebuah hidup bukan kesenangan melainkan penemuan dan pencarian sebuah makna. Ia percaya bahwa setiap manusia memiliki tujuan hidup dengan 2 pilihan kehidupan. Kehidupan aktif akan memberikan nilai-nilai kehidupan dan kehidupan pasif akan memberikan kenikmatan. Bahkan seseorang yg tidak menganut itu semua juga memiliki tujuan hidup yaitu untuk menerapkan sikap moral dalam menghadapi berbagai tekanan. Tidak menjadikan kesulitan hidup sebagai ujian untuk kekuatan batin, atau menganggap tidak serius terhadap konsekuensinya menjadikan hidup tidak bermakna.
Dalam hal ini saya percaya bahwa manusia bisa bertahan dengan kondisi apapun. Dengan memunculkan rasa rindu, benci, apatis yang merupakan respon psikologis atas proses suatu kondisi buruk yg megharuskannya untuk bertahan, dari kematian atau rasa putus asa. Dari kondisi terburuk sekalipun ada kebenaran mengenai cinta merupakan tujuan tertinggi yg ingin diraih manusia. Bahkan manusia yg tidak memiliki apapun masih bisa merasakan kebahagiaan dengan hanya memikirkan orang yg dicintai. Bagi teman-teman Frank, satu-satunya alasan bertahan hidup dari kekejian camp tersebut adalah dengan berharap. Dan apabila harapan tidak terlihat, maka lebih baik untuk mati.
Dari sini Frank menjelaskan bahwa manusia hanya sekedar produk dari berbagai kondisi dan faktor lingkungan. Produk yang tidak bisa melarikan diri dari pengaruh lingkungannya. Namun, selalu ada pilihan-pilihan pada kesempatan mengaminkan atau menolak setiap kebebasan yang akan menentukan mau dipermainkan oleh keadaan atau tidak.
Dari sini Frank menjelaskan bahwa manusia hanya sekedar produk dari berbagai kondisi dan faktor lingkungan. Produk yang tidak bisa melarikan diri dari pengaruh lingkungannya. Namun, selalu ada pilihan-pilihan pada kesempatan mengaminkan atau menolak setiap kebebasan yang akan menentukan mau dipermainkan oleh keadaan atau tidak.
Komentar
Posting Komentar