Feature – Sudikah Kalian Melihat Lautan Penuh Sampah?
Yogyakarta (10/5) –Pernahkah kalian berfikir kemana sampah-sampah akan berujung? Pedulikah
kalian terhadap sampah di sekitar kalian? Sudikah kalian melihat lautan penuh sampah
yang mengganggu pemandangan?.
Permasalahan sampah di Indonesia ternyata tidak
segampang yang kita pikirkan. Kita tidak hanya sekedar membuang sampah di
tempatnya, lalu permasalahan ini sudah terselesaikan. Sebuah komunitas Ocean Of Life Indonesia (OLI), Sabtu (10/5) pukul 16.00 WIB
berkunjung ke KR Jalan Margo Utomo untuk menggali kembali bagaimana pola
konsumsi kita begitu berpengaruh pada lingkungan. "Apa yang kita konsumsi
atau produksi secara over, akan
berdampak pada alam maupun lingkungan". Ujar Bintang Anggono salah satu
komunitas itu. Hal ini akan berdampak buruk untuk kedepannya. Bagaimana tidak
buruk, jika plastik yang kita konsumsi baru terurai 450 tahun kemudian? Pernahkah
kalian memikirkan hal itu?. 80 % pencemaran plastik itu berasal dari darat.
Dengan tiupan angin, melalui saluran kecil, sampah itu akan menuju laut dan
terbentuklah benua baru seperti di Samudera Pasifik.
Sampah plastik merupakan masalah
bagi banyak negara. Penyebabnya adalah plastik merupakan bahan yang tidak dapat
dihancurkan oleh organisme, sehingga bersifat tahan lama. Walaupun saat ini
beberapa bahan sudah dibuat lebih bersifat dapat didaur kembali, tapi tidak
semua wilayah atau negara memiliki alat pendaur ulang untuk tipe plastik
tersebut.
Tidak banyak orang yang
menyadari bahwa sampah plastik menimbulkan berbagai macam permasalahan di
pesisir lautan. Tidak semua orang juga menyadari bahwa sampah plastik yang
dibuang di jalan atau tanah suatu saat dapat sampai ke laut baik melalui
saluran-saluran got ataupun langsung ke laut sebagai akibat banjir atau tiupan
angin.
Binatang lautlah yang paling dirugikan. Misalnya
penyu yang tidak dapat membedakan plastik dan ubur-ubur. Plastik yang ditelan
oleh penyu tidak dapat dimuntahkan lagi. Hal itu mengakibatkan saluran
pencernaannya terganggu dan kelaparan. Maka sebuah rantai makanan di ekosistem
lautan akan terputus, banyak penyu yang mati kelaparan dan jumlah ubur-ubur
akan meningkat. Apakah kalian menyadari bahwa setiap
tahunnya, sampah plastik membunuh hingga 1 juta burung laut, 100.000 mamalia
laut dan ikan-ikan yang tak terhitung jumlahnya?.
Melihat besarnya potensi sampah
plastik dalam penurunan populasi ikan serta dampak lain pada aktivitas di laut,
maka tidak berlebihan jika bentuk program pencegahan pencemaran sampah plastik.
Diantaranya penanggulangan dan pembersihan lingkungan termasuk pantai
selayaknya diadakan oleh pemerintah dan masyarakat .
Penyediaan tempat sampah tentu saja
sangat mendukung. Tidak hanya di pinggir jalan, pemukiman kota dan pantai
wisata yang selama ini dilakukan oleh pemerintah dengan penyediaan tempat sampah
dan pengumpulannya juga harus dapat menjangkau kawasan pelosok. Terutama di
daerah pinggiran pantai yang padat penduduk. Alasan utama mengapa penyediaan tempat
sampah sangat perlu dilakukan di daerah pantai karena lokasi
tersebut merupakan tempat terdepan masuknya sampah-sampah plastik
ke laut. Nantinya sampah-sampah tersebut akan mengapung dan menyebar
ke kawasan laut lainnya, baik itu tepi maupun laut lepas.
Mari kita sama-sama mengurangi sampah plastik dalam kehidupan kita. Misal kalau belanja jangan menggunakan kantong
kresek tapi bawa sendiri tas belanjaan yang dapat dipergunakan lagi.
Komentar
Posting Komentar