(straight news) – Jurnalis cilik


Sekolah kaca yang diadakan Kamis- Minggu, 8-11 Mei 2014 di Pendopo KR Jalan Mangkubumi Yogyakarta, membuat kami sebuah keluarga baru dengan teman-teman baru.
Kak Niken menjelaskan, sekolah kaca adalah sekolah sebelum mereka menjadi reporter kaca agar tidak kaget menjadi jurnalistik nantinya. Karena sudah dibekali dengan sekolah kaca ini. Sekolah kaca hari kedua diadakan Jumat (9/5) pukul 16.00 WIB. Hari itu kami membahas tentang menentukan narasumber, menentukan pertanyaan, tema dan lain sebagainya. Semua peristiwa dapat menjadi ide untuk kita tulis. Setelah membuat ide, tentunya kita membuat pertanyaan kepada narasumber. Misalnya tentang bersepedah gembira bersama satu jogja. Coba amati, bagaimana cara mereka mengadakannya? Seperti apa rasanya jika kita ikut serta? Apakah seru, asik? Banyakkah orang yang ikut? Adakah teman, saudara, atau orangtuanya di sekitar yang ikut? Apa manfaatnya?. Selain itu kita juga harus menentukan siapa yang harus diwawancarai. Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita bisa menyusun sebuah kerangka tulisan. Lalu kita bisa mewawancari langsung narasumber, dan ditulis menjadi profil atau berita. Itu artinya bila kita ingin menjadi jurnalis cilik kita perlu selalu siap alat tulis dan handphone. Jadi, begitu mendapat ide dan narasumber kita langsung mencatat sebelum lupa. Handphone juga dapat kita gunakan untuk merekam maupun memotret peristiwa yang akan kita tulis.
Menurut Rinda, seorang jurnalis cilik kelas XI tentang sekolah kaca, ia lebih penasaran mengenai apa itu kaca, apa kegiatannya, apa manfaatnya karena ia merasa jika ikut suatu kegiatan dia akan menggali seluk beluk kegiatannya.

Komentar

Postingan Populer