mereview beberapa panitia kaca - Siapakah dia?

Setelah pendaftaran, seleksi wawancarapun dilakukan. Aku masih ingat moment itu, 1 April 2014. Calon yang banyak jumlahnya itu dipanggil dalam seleksi wawancara. Sambil menunggu giliran, seorang lelaki bertubuh ramping, berkacamata, keriting itu menyuruh kami untuk menuliskan nama pada selembar hvs yang sudah disiapkan. Setelah kuketahui, ia bernama Anas. Ia yang mengabarkan kami (calon kaca) apabila ada acara di KR melalui sms. Siapa pula yang tidak mengenalinya? seorang yang lucu, tidak mengenal lelah, selalu menawarkan film-film yang telah ditontonnya kepada orang baru, dan bercerita mengenai apapun yang telah ia lakukan selama ini. Bayangkan saja apa jadinya bila ia berada di suatu ruangan. Ruangan itu akan lebih berwarna, expresif, dan lain-lain.
Pertemuan selalu mempertemukan aku dengan orang baru. Aku telah salah menilai seseorang hanya dengan melihatnya sekilas. Tatapan mata yang tidak hangat tetapi tidak juga dingin itu membuatku sedikit heran. Heran karena belum memahami karakter orang itu. Siapakah dia?. Seseorang yang mempunyai hobi "murah" ngobrol, membaca dan menulis ini memiliki sifat pendiam, cuek dan tak banyak bicara. Tapi setelah berkali-kali melakukan pendekatan, dan ia menjadi salah satu pembimbing kelompok 3 yang beranggotakan aku, alun, wiwin dan alfian dalam calon Kaca angkatan 24, tebakanku terbukti meleset. Wanita 18 tahun dengan gaya berpakaian simple, berkacamata juga sepeti Anas dan memiliki rambut mengombak ini bernama Imas Indra. Kami disini boleh memanggilnya Imbos. Ia kuliah di UGM jurusan HI. Di KR ia dan Anas juga termasuk beberapa Padakacarma dan panitia Kaca. Apa itu Padakacarma? Padakacarma adalah organisasi alumni Kaca. Ya Imbos adalah Kaca angkatan 16. Hari ini, Minggu, 11 Mei 2014 aku menemukan sosoknya yang baru. Dialah yang awalnya kukira cuek, pendiam itu ternyata begitu periang meski tidak banyak bergerak seperti Anas

Komentar

Postingan Populer