Pengalaman sekolah jurnalis (feature)


Apabila ingin menjadi jurnalis atau wartawan, tidak perlu menunggu hingga dewasa. Kita bisa belajar menjadi jurnalis cilik di sekolah kaca. Sekolah kaca yang dibentuk tahun 2008 di KR Jalan Mangkubumi Yogyakarta, telah menghasikan anak-anak pelajar SMA atau sederajat menjadi seorang jurnalistik cilik yang hebat. Dimata seorang gadis cantik alumni kaca, kak Niken menjelaskan, sekolah kaca adalah sekolah sebelum mereka menjadi reporter kaca agar tidak kaget menjadi journalistik nantinya. Karena sudah dibekali dengan sekolah kaca ini. 

Sekolah kaca untuk angkatan 24, dilaksanakan pada tanggal 8, 9, 10, 11 mei 2014 pukul 16.00 WIB. Sekolah yang berlangsung kurang lebih dua jam ini dihadiri oleh 20 calon kaca yang telah lulus seleksi sebelumnya dan alumni kaca lainnya yang bertujuan untuk memahami materi dasar dan saling mengenal satu sama lain. Waktu yang diberikan 120 menit oleh sekolah kaca membentuk forum diskusi yang saling menyampaikan pendapat mereka ataupun kritik dan saran terhadap pembahasan hari itu.

Mereka semua dididik dan diajarkan materi dasar menjadi jurnalistik. Materi dasar seperti pengembangan ide, pengetahuan tentang macam berita seperti straight news dan feature, penentuan narasumber, tema dan lain sebagainya. Ide sebenarnya tidak perlu dicari. Sebab,bila ingin menjadi jurnalis cilik, harus jeli dan peka melihat ide yang tersedia begitu banyak di sekitar kita. Tinggal kita untuk memilih dan menuangkannya dalam tulisan. Coba saja amati, apa saja yang kita lihat saat dalam perjalanan ke sekolah maupun pulang sekolah. Misalnya, dalam perjalanan kita mengalami kemacetan, melihat ada pengemis cilik, melihat ada pengendara yang melanggar lalu-lintas, melihat polisi yang di tengah hujan deras tetap bertugas mengatur lalu-lintas, dan sebagainya. Tentunya materi dasar tersebut tidak terlepas dari 5w + 1h. Materi dasar inilah yang akan membekali mereka hingga menjadi  reporter kaca atau malah menjadi jurnalistik yang cerdik nan lincah. Menjadi jurnalistik tidak hanya sekedar mewawancarai narasumber dan mencari ide. Melainkan juga cara penyampaian berita terhadap masyarakat luas yang membaca. Di sekolah kaca inilah kalian bisa menemukan banyak pengalaman, pelajaran, dan wawasan yang luas. Wawasan yang tidak terhenti di masa-masa menjadi jurnalis. Pengalaman, wawasan dan pelajaran itu bermanfaat diusia yang akan mendatang.

Selain itu, kami diajarkan untuk mengenali diri sendiri maupun karakter orang lain. Sehingga nantinya apabila telah terjun ke lapangan, kita bisa membaca karakter orang yang menjadi narasumber, apakah ia bersedia atau tidak menjawab pertanyaan kita. 

Pengalaman unik salah satu anggota kaca angkatan 23, seorang pelajar SMA N 1 depok, Nadya Hapsari yang biasa dipanggil ina merasa semangat dihari pertamanya. Hari kedua ia merasa sedikit deg-degan karena alumni kaca mendatangkan narasumber lalu mereka disuruh membuat berita dari narasumber tersebut. Dipenghujung hari ketiga ia mulai merasa cemas karena ia dan teman seangkatannya turun ke lapangan langsung untuk mencari narasumber dan berita. Hebatnya dia, dia bisa menyelesaikan tugasnya sejam sebelum tugas itu dikumpulkan . .

Pengalaman hari pertama dan keduaku menjadi calon kaca begitu penuh pengorbanan. Banyak kegiatan extrakulikuler yang tidak begitu penting kutinggalkan. Detik demi detik tetap berjalan, waktu terasa begitu cepat, tak bisa dihentikan. Hingga dua jam berlalu. Aku tidak dapat melupakan hari itu. Apakah kalian tertarik sekolah jurnalis?

Komentar

Postingan Populer