Akulah Si Pemikir
Disuatu malam yang dingin, angin berhembus sepoi-sepoi
melewati ventilasi. Ketika itulah mata ini untuk kesekian kalinya tidak ingin tidur.
Dipaksa dengan cara apapun tidak akan berhasil kecuali dengan menenangkan
pikiranku sejenak. Insom yang baru kurasakan akhir-akhir ini membuatku sering
bangun kesiangan. Beruntungnya aku, esok adalah hari santai. Hari dimana bebas
masuk atau tidak masuk sekolah. Jam berapapun masuknya kami tetap
diperbolehkan.
Pikiran yang sering melayang-layanglah yang menggangguku.
Ntah mikir ini, itu, si ini harus seperti ini ataupun si itu harus seperti itu.
Hal sepele yang seharusnya tidak usah dipikir, kini selalu kupikir dan akhirnya menjadi beban. Contoh saja mikir tentang mau kemana hidupku kelak, ketua
pramuka harus bagaimana, anak buah harus seperti apa, tugas calon reporter yang
belum dikerjakan ataupun dikirim, dan lain-lain.
Aku sendiri juga bingung mengapa hanya menjadi beban pikiran
saja. Kenapa tidak dilakukan agar aku menjadi lebih baik? Ya beginilah aku,
bodoh dengan hal sepele.
Komentar
Posting Komentar