Nostalgia
Panas terik membakar ubun-ubun. Motor yang ku kendarai
melaju kencang, semakin di depan. Sesampainya di rumah aku langsung minum air
putih sebanyak-banyaknya. Melepas dahaga yang membuat kering tenggorokan. Lalu
berlarian menuju kamar untuk beristirahat.
Di dalam kamar aku melamunkan sesuatu yang telah terjadi
hari ini. Hal-hal yang lucu dan mungkin tidak akan pernah diulang lagi. Seketika
aku ingat sesuatu tentang hari kemarin. Hari di mana ia selalu disisiku.
Sesorang yang sosoknya tidak akan pernah saya lupakan. Tetapi, dia pergi dan tak pernah kembali.
Melupakan janji yang pernah kami buat untuk tidak dingkari.
Ia yang bernama Ambar Kristiani, seorang teman seperjuangan
yang mempunyai sifat sama denganku. Teman yang ada disaat ku membutuhkannya,
begitupun sebaliknya. Teman masa kecil yang selalu tidak setuju saat aku
memiliki sahabat baru. Teman masa kecil yang kemana-mana harus bersamanya. Hingga
orang tua kamipun membicarakan tentang besanan. Ya, umur kami belum terlalu
cukup untuk mengerti arti besan pada waktu itu.
Semakin kita bertambah usia, semakin kita mengenal satu sama
lain, semakin sering pula kami mencuri percakapan orang tua kami tentang besan
itu. Disitulah kami berdua shock. Saling bersitatap satu sama lain, lalu memandang
ku penuh tanya.
Pada detik itu juga, ia bangkit dari tempat persembunyian
kami yang becek. Lari menuju pinggir kali (tempat ibuku dan ibunya bicara).
Tetapi nasib buruk menimpanya. Tendangan bola yang dimainkan temannya adikku
tepat mengenai kepalanya. Ia terpeleset masuk kali. Kepalanya membentur
pinggiran kali lalu tertimpa batu yang ada di sampingnya. Ia sempat memegang
dahan yang ada di dekatnya dan menangis di depanku untuk terakhir kali. Aku dan
ibu kami baru melangkahkan kaki pertama, ia sudah melepaskan pegangannya. Ia terhanyut masuk kali yang deras. Ibunya
berteriak histeris.
Dan aku seperti orang bodoh. Seseorang lelaki yang tidak
bisa cekatan membantu sahabat kecilnya, malah terpesona melihat kejadian
semuanya. Penyesalan yang teramat dalam kurasakan.
Komentar
Posting Komentar