Sahabat Choki-Choki

Tet-tet-tet
Istirahat pertama adalah istirahat yang dinanti para pelajar yang jenuh atas pelajaran pagi hari yang begitu membosankan. Aku dan yang lain segera menuju uks menjenguk Arinda. Ternyata, ia sudah siuman dan kami pun mengajaknya ke KAJUR (Kantin kejujuran) yang tidak jauh dari uks. Saat aku dan Ika membeli jajan Choki-choki banyak, tiba-tiba seorang teman dari lapangan futsal berteriak dan berlarian menuju arah kami. Ya, siapa lagi kalau bukan ketua kelas kami. Ketua kelas terabsurd kami. Ketua kelas yang hanya berlari untuk mendapat choki-choki gratis dari kami. Ika langsung menyodorkan choki-choki miliknya kepada dia.
"Ealah. Kirain ada kabar apa dari guru, atau apa yang lebih penting. Ternyata cuma minta jajan" Ledekku.
"Eh, ketemu lagi. Akukan dikasih sama Ika. Kenapa kamu yang sewot sih?" Celetuk Faris.
"Mbok udahan kenapa sih. Pusing nih liat kalian tiap hari debat. Benci jadi cinta loh" Kata Ika.
"Heeks" Seruan kami berdua.

Setelah kejadian pagi itu, ia semakin sering memita jajan pada kami. Dan kali ini giliran aku yang memberikannya. Malam harinya, handphoneku berdering. Sms dari ketua kelas. Ternyata isinya "Mulai hari ini, kalian dinobatkan jadi sahabat choki-choki. Hehe" Aku tau sms itu tidak ditujukan hanya utukku. Banyak cewek lain yang di sms olehnya. Aku bergumam dalam hati "alay" dan membiarkan smsnya tanpa balasan apapun.  Itulah awal kami bersahabat.

Komentar

Postingan Populer