Kau Berhasil Membuatku Menyesal
Berkacalah, kau lebih dari sempurna! Pantas kah aku
disampingmu? Mengertilah. Banyak orang yang ingin menjadi bagian dari hidupmu. Sejujurnya,
aku juga ingin menjadi bagian terpenting dihidupmu. Tapi apa salah aku hanya
ingin bersahabat?. Sebagai penjagaku seumur hidup. Ada kala disaat senang
maupun sedih. Bukankah itu lebih menyenangkan?
Kini, semuanya berubah begitu cepat. Sifat, cara, pandangan,
perhatian mu bukan untukku lagi. Iya aku mengerti aku bukan siapa-siapa. Tapi,
masihkah kau ingat pada janji masa kecil kita? Persahabatan selamanya. Lupa?
Aku menyesal membiarkanmu berjanji sejauh ini. Terimakasih atas semua
perbuatan, perhatian, pengorbanan yang pernah ada.
Tapi mengapa saat aku sudah membiarkanmu pergi, kau hadir
kembali? Setiap bersama dalam satu ruangan, kau selalu mengingatkanku pada masa
yang menurutmu paling menyakitkan seumur hidup. Setiap kali kau mendatangiku, kau
mengajakku kembali menyentuh melankoli yang sudah lama ku kubur. Semua kenangan.
Iya aku salah. Aku salah menerimanya, salah
besar. Tidak memberimu kesempatan, tidak sama sekali. Penyesalan kedua? iya
seperti itu posisiku.
Komentar
Posting Komentar