Hari Kedua
Hari dimana semuanya terlihat berbeda. Senyuman itu sedikit
mengendur. Persediaan obat yang dikonsumsinya semakin berkurang. Perasaanku
bercampur aduk. Satu persatu teman setenda sudah mulai curiga. Bagaimana tidak,
setiap jalan beberapa kilo ia sudah terlihat pucat pasi.
Salah satu jadwal kami hari ini adalah outbond. Bergembira
disertai jalan berkilo-kilo melewati pos dan rintangan yang diberikan. Pos
pertama, dimana kami berlomba dengan regu lain tiarap seperti tentara dengan
melakukan estafet bamboo kecil dari
ujung hingga ujung yang telah ditentukan.
Tawa lantang yang dikeluarkan disertai senyuman tiap detik membuatnya
terlihat enjoy di pos pertama. Pos kedua yang bertempat jauh dari pos pertama,
membuat senyuman itu berubah seketika. Brukk.
Belum melakukan lomba apapun, ia jatuh tergeletak membentur keras tanah dan
dedaunan disekitar.
Tim kesehatan datang menyelamatkan. Semua cara dilakukan
untuk menyelamatkan. Peralatan medispun masuk melalui lubang hidungnya. Saat
mukanya terlihat pucat. Saat ia sedang dialihkan ke ruang kesehatan untuk
perawatan. Saat ia melamun. Saat ia beristirahat sendiri di ruangan itu. Mahluk
tak terlihat memasuki tubuhnya. Seketika ia berteriak kencang sekali. Tubuhnya
meronta-ronta berlarian kesana kemari. Tangisan serta senyuman yang ditujukan
pada lelaki seumurannya membuat semuanya bingung seketika. Dalam hitungan
detik, lelaki itu dicekik olehnya. Meninggalah ia ditempat.
Bersambung.. (2/3)
Komentar
Posting Komentar