Kematiannya


Setelah kepergian lelaki itu, Ermin tertawa terbahak-bahak. Tawa yang tak terkendali meskipun sudah dibacakan beberapa ayat suci Al-Quran sekalipun. Suasana kemah malam itu semakin mencekat. Beberapa peserta kemah yang melihat, berhamburan lari masuk ke dalam tenda dan ada yang tetap menyaksikan tawa itu karena penasaran. Ermin tersadarkan diri setelah sejam lamanya mahluk itu merasuki tubuh mungilnya. Orang pintar yang telah membacakan doa pada secangkir minuman membuat mahluk itu keluar dari tubuh Ermin. 

Pagi setelah keajdian malam itu, kemah yang seharusnya empat hari, kini dibubarkan di hari ke tiga. Tempat kemah yang memakan satu korban lelaki saat itu seketika berubah menjaddi mengerikan. Beberapa hari ke depan, perkemahan itu ditututp dan diberi garis polisi yang artinya dilarang masuk. 

Ermin yang malam itu dirasuki mahluk tak terlihat, kini ia bisa melihat mahluk tak terlihat lainnya. Mengerikan sekali apabila tak terbiasa melihat sosok mahluk halus.
Sebulan kemudian, Ermin terbiasa dengan didatangi mahluk lain. Kemudian, ia mengerti mengapa mahluk yang merasukinya membunuh laki-laki yang sangat dibencinya. Ternyata, lelaki itulah yang membuatnya menderita dan sengsara. Mahluk itu dendam pada lelaki yang pernah dicintainya. Masalalu yang menyakitkan membuatnya putus asa dan mengambil jalan pintas, bunuh diri.

Berbulan-bulan kemudian, ia tak menampakkan wujudnya. Dendamnya sudah terbalaskan. Hidup Ermin kembali seperti sedia kala. Ia tak mempunyai kekuatan melihat hal-hal seperti itu lagi.

Tamat (3/3)

Komentar

Postingan Populer